20 Agu 2008
Karir dan Produktivitas
Career : 1. Series of jobs that a person has in a particular area of work, 2. the period of time that you
spend in your life working.(Oxford Learner’s Pocket Dictionary –OLPD-, New Edition)
Dari pengertian diatas dpt dikatakan ,bahwa istilah karir berkaitan erat dgn pekerjaan, tanpa membatasi di kantor atau diluar kantor. Artinya seseorang bisa berkarir di dalam kantor dgn organisasi dan birokrasi yang tertata rapi. Seseorang juga bisa berkarir di luar kantor tanpa tatanan struktur organisasi, karena memiliki keahlian khusus mis. seniman, penulis, fotografer dsb. Artinya dimana seseorang menghabiskan waktu dan hidupnya untuk mengerjakan sesuatu bidang tertentu dalam rangka menghasilkan produk tertentu secara terus menerus ( produk nyata atau tdk nyata) sesungguhnya itulah menjadi karirnya. Seorang pengangguran tdk layak disebut berkarir. Karir juga sangat berhubungan dgn produktivitas.
Setiap orang dlm pekerjaannya menginginkan peningkatan, ya tantangan, ya imbalan, penghargaan dst. Peningkatan demi peningkatan itulah gambaran kenaikan karir seseorang. Nah bagaimana dgn pelukis yang bersolo karir? Bagaimana melihat peningkatannya? Boleh dari objek lukisan, peralatan, pun segment pasar yang menjadi konsumennya. Tentulah ada kaitannya dgn produktivitas, meskipun tdk selamanya harus diukur dgn satuan mata uang. Karir selalu mengindikasikan peluang untuk peningkatan.
Dalam wawancara rekruitmen karyawan baru, ada beberapa calon yang kritis bertanya tentang Visi Misi,Goal dan target2 perusahaan. Juga jenjang karir yang mungkin didapatkan sesuai dgn kontribusinya nantinya untuk mencapai goal perusahaan. Dia berharap kontribusinya, akan mengangkat karirnya. Jika saat ini ini dia masuk sbg supervisor, suatu saat bisa menjadi Direktur. Ya moga2 bisa seperti Pak Suparno di Garuda, mantan karani timbang menjadi Direktur. Atau seperti Tanri Abeng dari Marketing menjadi Direktur dsb. Tdk ada yang salah, karena memang itulah seharusnya. Tapi harus diingat, jangan cerita karir jika anda tidak produktive. Produktivitaslah yg mendongkrak karir anda keatas. Bina dan kembangkan potensi anda agar lebih produktif. CBN, 21/08/08.
Biarlah ranting yg tdk berbuah dipotong dan dicampakkan ke dalam api!
19 Agu 2008
Antara Istri dan Negara
Istri adalah seorang wanita dewasa secara fisik dan hukum ( 17 thn), yang bersedia mengikatkan diri kepada seorang pria dewasa melalui suatu perkawinan yang sah secara hukum, atau agama atau adat. Mengikatkan diri untuk setia sampai akhir hayatnya, tetap setia di kala senang pun dikala susah.
Potensi dan segala “harta karun” yg dimiliki seorang pria cenderung lebih produktif jika didampingi oleh seorang istri. Karena dia memiliki teman untuk berbagi rasa, suka dan duka sehingga memberikan semangat, ransangan dan motivasi untuk semakin berprestasi. Seorang pria sejati rela mengorbankan apapun untuk mendapatkan seorang wanita tambatan hatinya, menjadi istri setianya, selamanya!
Terbentuknya mahligai rumah tangga yg saqinah, tentram dan bahagia, membuat kaum pria semakin produktif dalam berkarya. Istrinya juga akan melahirkan bayi yg sehat, terawat, terbina dan terdidik dgn amat sangat baik pula. Tdk ada keraguan sedikit pun dalam benak pria, untuk berkarya dan berkarya, karena dia yakin, kekudusan rumah tangganya tetap terjaga andai pun rumah harus ditinggalkan untuk bekerja. Penghasilan tdk akan digunakan istri untuk berfoya foya. Pasti akan digunakan seperlunya dan sebaik baiknya. Istri akan mengatur keuangan rumah tangga, pun untuk berjaga jaga, jika suatu saat suaminya tidak bekerja. Income akan dikelola untuk kesejahteraan, pendidikan & pengembangan anak2nya. Istri akan mencukupkan rezeki yang diberikan suaminya. Jika tdk memadai, istri akan mencari tambahannya dgn cara cara yang diridhoiNya.
Negara adalah kumpulan orang2 yang berkomitmen untuk hidup bersama pd belahan bumi tertentu, yg diikat dengan aturan2 bersama. Jika Negara didukung oleh rumah tangga2 yang kokoh, maka negara tetap akan kokoh dari generasi ke genarasi. Akan terlahir generasi penerus bangsa yang kwalitas intelektual, spritual dan emosional yang semakin meningkat dari masa ke masa. Tak berlebihan jika disebutkan istrilah salah satu pilar penentunya. Istrilah yg mengetahui secara percis benih siapa di dalam rahimnya, istrilah yang mempunyai hubungan bathin yg amat sangat dekat dgn anaknya. Istrilah yang membenihkan rasa kasih sayang dgn elusan dan perhatian kepada bayinya selama sembilan bulan dalam kandungannya, ketika bayi itu belum bisa membuka mata, mulut dan telinga. Dengan elusan, kasih sayang dan perhatian tulus, sang istri membentuk kecerdasan emosional bayinya. Diberkatilah istri yang melahirkan Budi Utomo, Jend. Sudirman, Ir. Sukarno dll. GP-20/08/08).
Tetapi perempuan akan diselamatkan karena melahirkan anak, asal ia bertekun dalam iman dan kasih dan pengudusan dengan segala kesederhanaan.
Recuitment & Produktivitas
Jika goal perusahaan jelas dan Job Description lengkap, maka pertugas recruitment akan melakukan tugasnya dgn enjoy. Dan kinerjanyapun gampang tertukur. Tapi jika goal tdk jelas, Job Description amburadul, maka jangan heran jika orang didapatkanpun akan amburadul. Akhirnya produktivitaspun tdk terdongkrak, bahkan anjlok.
Kegiatan rekruitmen mestinya harus berkaitan dgn produktivitas. Artinya rekruitmen dilakukan karena ada ekpansi, investasi atau setidak tidaknya untuk mempertahankan produktivitas karena ada karyawan pensiun/ meninggalkan perusahaan. Rekruitmen jangan dilakukan hanya untuk memantas-mantasi struktur organisasi, atau sekedar menghargai pemberi rekomendasi. Jika ini yg terjadi, akan menghancurkan produktivitas organisasi. Pandangan ini seharusnya berlaku untuk perusahaan swasta pun untuk pemerintahan.
Dalam melakukan rekruitmen paling tidak ada tiga pihak yang terlibat yaitu User, Rekruiter, dan Calon karyawan itu sendiri. User harus dpt memberikan gambaran yg jelas kaitan penambahan orang dgn produktivitas, atau terjadinya penurunan produktivitas jika terjadi penundaan rekruitmen. Rekruiter apakah internal atau eksternal harus dapat melihat secara gamblang, penambahan orang dgn produktivitas dikaitkan dgn goal perusahaan. Jika tdk ada relevansi, dia harus menolak dgn argumentasi yang kuat kepada user. Calon tenaga kerjapun, mestinya pada saat wawancara, dia harus meminta kejelasan, tentang perannya di dalam meningkatkan produktivitas perusahaan. Dengan peran yang jelas ini, dia mempunyai gambaran tentang remunerasi (gaji, tunjangan dan fasilitas) yang akan dia terima, serta jaminan kesinambungan dalam berkarya dan mendapatkan gaji. Pun pengembangan yang akan didadapatkan selama menjalani masa percabaan dan sesudahnya.
Itulah konidisi ideal. Tapi sering terjadi bagian rekruitmen pada posisi dilematis. Sesuai dgn keahliannya, dia ingin menolak suatu rekcruitment, tapi jika power owner lebih dominan, tiada pilihan lain kecuali melakukan.
Namun demikian untuk memastikan orang yang baru, cocok dgn kebutuhan organisasi setikdaknya dapat ditempuh hal sbb:
1. Lakukan seleksi atas lamaran2 yg masuk, cek akurasi data2/dokument2nya. Kami pernah mendapatkan calon Manager memalsukan dokument2 dan Informasi di CVnya. Jadi pastikan dokumen dan referensi benar, asli alias tidak palsu;
2. Lakukan wawancara antara HR dgn calon, Calon dgn User, sendiri2 atau bersama. Untuk memastikan kecocokan potensi dgn kebutuhan sesuai dgn Job Description. Ketika wawancara berikan kesempatan yg cukup untuk calon untuk mengekspresikan dirinya dan harapan2nya. Perhatikan dgn seksama minat dan keseriusannya.
3. Lakukan pskotest dan test kesehatan, kaitkan dgn kebutuhan sesuai dgn Jobdesk. Faktor Psikologi dan Test kesehatan, boleh menjadi petimbangan untuk penempatan dimasa yad;
4. Jika memenuhi syarat dan diterima, terimalah dia dgn hangat. Jika harus menolak, tolaklah dgn halus. Jangan sampai terjadi iklan yang buru, tapi manfaatkan juga rekruitmen menjadi media promosi.
Ok, selamat merekruit karyawan terbaik, untuk meningkatkan produktivitas.
Ban Serap
Nasib ban serap kurang menguntungkan. Sering dibiarin kotor menggantung di tempatnya (jika dikolong), atau tidur lama di bagasi. Sering sekali tdk diperhatikan. Dibiarkan begitu saja, kadang sampai kempes sendiri. Tapi ada juga pemilik mobil yang teliti/ memeriksa secara rutin.
Ban serap sesuai namanya, pada saat genting barulah dia dipakai. Setiap saat harus dapat menggantikan fungsi ban utama meski hanya sementara. Ban serap yang baik, harus dapat melakukan tugas, mengantarkan mobil sampai ke tujuan akhir, atau tukang tambal terdekat. Jika dia tdk dapat melakukan peran itu, dia akan dimaki maki, dikutuki, ditendang dan akhirnya akan dibuang. Sungguh kasihan nasib ban serap.
Jika ada ban serap ada juga Sopir Serap alias Sopir Cadangan. Sopir serap juga mengalami nasib yang sama. Dalam perjalanan jauh, dia hanya duduk manis di samping sopir utama. Dia menjadi kurang terlatih. Begitu sopir utama ngantuk, tanpa mempersoalkan medan jalan yang berat, sopir utama akan menyerahkan stir ke sopir serap. Sopir serap akan mengemudi dan harus bisa sampai ke tempat tujuan. Jika hal itu bisa terjadi berulang ulang, maka dlm tempo tdk lama lagi dia akan menjadi sopir utama.
Wakil Direktur pun bisa dikata sama dgn ban serap. Jika Direktur tak ditempat, si Wadir harus bisa mengambil peran untuk menyelesaikan segala persoalan yang timbul, dan biasanya dilaporkan ke Direkturnya. Jika berhasil Direktur yang punya nama, jika gagal Wadir lah yang menjadi kambing hitamnya.
Demikian juga aku pada tgl 9-8-08 itu. Ada acara akad Nikah antara Deddie & Terimauli. Mestinya Pdt sudah bersedia menangani. Tapi kolegaku pada komentar, keberatan. Dan kebetulan Pdt ada acaranya yang lain. Akhirnya aku terpaksa melakukan tugas itu. Aku sedikit kwatir juga, sebab yang dilayani termasuk keluarga besar. Keluarga Siahaan dan Situmorang. Aku di brieving Pdt sebentar sebelum dia pergi. Untunglah aku bisa melakukannya dgn baik. Itulah pengalaman pertamaku Patumpolhon namarbagas. Untuk pertama kali memimpin acara akad Nikah tgl 09-08-08. Natsnya dari Matius 7: 12. CBN 09-08-08.
Ban serap sesuai namanya, pada saat genting barulah dia dipakai. Setiap saat harus dapat menggantikan fungsi ban utama meski hanya sementara. Ban serap yang baik, harus dapat melakukan tugas, mengantarkan mobil sampai ke tujuan akhir, atau tukang tambal terdekat. Jika dia tdk dapat melakukan peran itu, dia akan dimaki maki, dikutuki, ditendang dan akhirnya akan dibuang. Sungguh kasihan nasib ban serap.
Jika ada ban serap ada juga Sopir Serap alias Sopir Cadangan. Sopir serap juga mengalami nasib yang sama. Dalam perjalanan jauh, dia hanya duduk manis di samping sopir utama. Dia menjadi kurang terlatih. Begitu sopir utama ngantuk, tanpa mempersoalkan medan jalan yang berat, sopir utama akan menyerahkan stir ke sopir serap. Sopir serap akan mengemudi dan harus bisa sampai ke tempat tujuan. Jika hal itu bisa terjadi berulang ulang, maka dlm tempo tdk lama lagi dia akan menjadi sopir utama.
Wakil Direktur pun bisa dikata sama dgn ban serap. Jika Direktur tak ditempat, si Wadir harus bisa mengambil peran untuk menyelesaikan segala persoalan yang timbul, dan biasanya dilaporkan ke Direkturnya. Jika berhasil Direktur yang punya nama, jika gagal Wadir lah yang menjadi kambing hitamnya.
Demikian juga aku pada tgl 9-8-08 itu. Ada acara akad Nikah antara Deddie & Terimauli. Mestinya Pdt sudah bersedia menangani. Tapi kolegaku pada komentar, keberatan. Dan kebetulan Pdt ada acaranya yang lain. Akhirnya aku terpaksa melakukan tugas itu. Aku sedikit kwatir juga, sebab yang dilayani termasuk keluarga besar. Keluarga Siahaan dan Situmorang. Aku di brieving Pdt sebentar sebelum dia pergi. Untunglah aku bisa melakukannya dgn baik. Itulah pengalaman pertamaku Patumpolhon namarbagas. Untuk pertama kali memimpin acara akad Nikah tgl 09-08-08. Natsnya dari Matius 7: 12. CBN 09-08-08.
18 Agu 2008
TST alias Tau Sama Tau
Dulu selepas esema aku mulai ikut teman sebaya martandang, pergi ke rumah berkumpulnya para gadis desa. Disitulah pertama kali kudapatkan istilah TST. Rupanya jika ada pasangan yg sdh serius, kita tidak boleh menggangu gadis itu lagi. Dan pada jam tertentu jika ada hal serius yang mereka mau bicarakan atau mau “seriusi” temanku itu mengerdipkan matanya kepada kami. Itu artinya, minta kami menyingkir entah pergi ke lapo, atau pergi ke tempat berkumpul muda mudi yg lain. Kira2 sejam kemudian, kami ngumpul lagi ke tempat itu. Pulang, mendendangkan beberapa tembang di kegelapan malam.
Jika percintaaan telah diikat dgn perkawinan, maka TST dan TST akan terjadi di keseharian. Jika istri mulai marah2, dan memunggungi suaminya, maka suami akan berpikir apa yang tlh terjadi dan apa yg mesti diperbaiki dan sebaliknya. Jika suami membawa rezeki yang tdk wajar, meskipun karena suap atau korupsi, istri dan keluarga tdk ada mempertanyakannya dari mana asal usul “rezekinya”. Tdk ada klarifikasi, apalagi menolaknya. Mungkin istri tak pantas menolak dikalungkan emas putih di lehernya, cincin berlian di jemarinya, rantai emas di kakinya, meskipun dia tahu gaji suaminya tak layak membelinya, ya TST lah!
Jika kita ada urusan di instansi, meskipun itu hak kita sebagai Warga Negara, rasanya kita tak pantas berlalu begitu saja, setelah si petugas menunaikan tugasnya. Kita selipkan sesuatu di bawah amplopnya, atau kita salamkan duit, uang rokok (meskipun wanita & rokoknya lain), yang jumlah jauh melebihi harga rokok, yah TST jugalah namanya. Dibelakang hari berubah menjadi kewajiban bahkan semacam upeti setiap ada urusan. Apakah atasannya tahu? Yah TST jugalah namanya.
TST demi TST telah berubah jadi monster. Jaksa Tri Urip Gunawan dgn akting yg sangat sempurna memohon keadilan yang seadil adilnya, ketika monster telah memporakporandakan keluarganya. Seakan mereka mereka tidak siap dengan konsekwensi TST demi TST yang telah terjadi dari hari ke hari. Atasanya juga cuci tangan, seperti Pilatus ketika menyalib Yesus. Bathin atasannya pasti mengakui kesalahan yang dibuat anak buahnya dulu, tapi tutup mata, ya karena TST juga.
Presidenpun sebetulnya tau anak buahnya berkorupsi untuk pribadi atau partainya. Tapi sang paduka, dgn kemasan yang sangat sempurna membungkus ketidaktegasan sikapnya. Sikap yang ambivalen membuat KPK kesulitan melakukan titah paduka. Ya TST jugalah jawabannya.
Jika Bapeka, BPK, Ispektorat mau datang, mereka sdh memberitahu sebelumnya? Apa maksudnya? Yah TST jugalah jawabannya! Mereka minta dijemput, disediakan hotel dan “selimutnya”, pun oleh olehnya. Bagaimana dgn KPK yg baru lahir? Semoga tidak begitu!
Jika percintaaan telah diikat dgn perkawinan, maka TST dan TST akan terjadi di keseharian. Jika istri mulai marah2, dan memunggungi suaminya, maka suami akan berpikir apa yang tlh terjadi dan apa yg mesti diperbaiki dan sebaliknya. Jika suami membawa rezeki yang tdk wajar, meskipun karena suap atau korupsi, istri dan keluarga tdk ada mempertanyakannya dari mana asal usul “rezekinya”. Tdk ada klarifikasi, apalagi menolaknya. Mungkin istri tak pantas menolak dikalungkan emas putih di lehernya, cincin berlian di jemarinya, rantai emas di kakinya, meskipun dia tahu gaji suaminya tak layak membelinya, ya TST lah!
Jika kita ada urusan di instansi, meskipun itu hak kita sebagai Warga Negara, rasanya kita tak pantas berlalu begitu saja, setelah si petugas menunaikan tugasnya. Kita selipkan sesuatu di bawah amplopnya, atau kita salamkan duit, uang rokok (meskipun wanita & rokoknya lain), yang jumlah jauh melebihi harga rokok, yah TST jugalah namanya. Dibelakang hari berubah menjadi kewajiban bahkan semacam upeti setiap ada urusan. Apakah atasannya tahu? Yah TST jugalah namanya.
TST demi TST telah berubah jadi monster. Jaksa Tri Urip Gunawan dgn akting yg sangat sempurna memohon keadilan yang seadil adilnya, ketika monster telah memporakporandakan keluarganya. Seakan mereka mereka tidak siap dengan konsekwensi TST demi TST yang telah terjadi dari hari ke hari. Atasanya juga cuci tangan, seperti Pilatus ketika menyalib Yesus. Bathin atasannya pasti mengakui kesalahan yang dibuat anak buahnya dulu, tapi tutup mata, ya karena TST juga.
Presidenpun sebetulnya tau anak buahnya berkorupsi untuk pribadi atau partainya. Tapi sang paduka, dgn kemasan yang sangat sempurna membungkus ketidaktegasan sikapnya. Sikap yang ambivalen membuat KPK kesulitan melakukan titah paduka. Ya TST jugalah jawabannya.
Jika Bapeka, BPK, Ispektorat mau datang, mereka sdh memberitahu sebelumnya? Apa maksudnya? Yah TST jugalah jawabannya! Mereka minta dijemput, disediakan hotel dan “selimutnya”, pun oleh olehnya. Bagaimana dgn KPK yg baru lahir? Semoga tidak begitu!
15 Agu 2008
Mutu atau Mati
Beberapa hari yl temanku dari Marketing ekspor datang ke ruanganku. Diantara banyak hal yang disampaikan, ada satu yang sangat serius bagiku, yaitu : komplain dari buyer di USA. Aku tdk habis pikir kenapa hal itu bisa terjadi, salah fiinishing atas produk repeat order. Seharusnya tdk boleh terjadi. Belum aku selesai memikirkannya, rekan Manager Marketing Lokal, datang kepadaku. Dia menyampaikan banyak hal, tapi hal yang paling menarik bagiku adalah adanya kelalaian QA. Sehingga lolos produk yg tdk sesuai standar ke tangan konsumen. Berspekulasi memakai kayu tertentu, menghasilkan produk yang kurang bermutu. Lupa memasang leaping daun meja, akibatnya tampilan menjadi kurang indah dan sempurna. Petanyaanku dalam hati, lupa atau memang sengaja?
Kwalitas kami sangat dipengaruhi oleh alam. Kami sangat mendambakan alam memberikan kayu berkwalitas prima. Tapi belakangan ini kwalitas prima semakin langka, seiring dgn pemalakan yang kian merajalela. Kayu kwalitas prima ada yang busuk karena dionggok olh juru sita, pergi ke manca negara oleh para pemalaknya, tinggallah hanya beberapa dgn harga yang sangat tinggi pula. Cost produksi semakin naik, tanpa diimbangi oleh harga jual. Cash flow pun mulai terganggu.
Sudah dilakukan berbagai pelatihan tentang QC. Para Operator saat bangun tidurpun jika ditanya tentang Quality Control Mandiri (QCM), pasti mereka sebutkan dgn sangat lancarnya. Kelihatannya kesalahan tdk sepenuhnya ditangan mereka, karena mereka hanya pelaksana dari kebijakan pimpinan.
Kelihatannya bukan persoalan keterampilan, tapi faktor kenyamanan. Mereka melihat ada suatu ketidak pastian akan masa depan. Mereka sulit memahami kebijakan2 yang terpaksa ditempuh direksi, untuk keluar dari masa masa sulit. Kenyamanan berpuluh puluh tahun, mulai goyah dng kebijakan yang kurang lazim. Mungkin mereka sudah mempersiapkan ancang, untuk mencari keselamtan sendiri sendiri, bukan keselamatan bersama, seperti sedia kala.
Menurunnya kwalitas kesejahteraan, menurunya kwalitas penggunaan bahan, menurunnya kwalitas sinergy internal dan eksternal mebuat para pekerja kehilangan pegangan. Apalagi adanya rencana kerja dan kebijakan yang terkesan dadakan. Semuanya akan bermuara kepada mutu produk. Jika berani mengorbankan mutu, lubang kuburan yang semakin dalam sudah menunggu. Hati2lah! Cbn, 15/08/08.
Kwalitas kami sangat dipengaruhi oleh alam. Kami sangat mendambakan alam memberikan kayu berkwalitas prima. Tapi belakangan ini kwalitas prima semakin langka, seiring dgn pemalakan yang kian merajalela. Kayu kwalitas prima ada yang busuk karena dionggok olh juru sita, pergi ke manca negara oleh para pemalaknya, tinggallah hanya beberapa dgn harga yang sangat tinggi pula. Cost produksi semakin naik, tanpa diimbangi oleh harga jual. Cash flow pun mulai terganggu.
Sudah dilakukan berbagai pelatihan tentang QC. Para Operator saat bangun tidurpun jika ditanya tentang Quality Control Mandiri (QCM), pasti mereka sebutkan dgn sangat lancarnya. Kelihatannya kesalahan tdk sepenuhnya ditangan mereka, karena mereka hanya pelaksana dari kebijakan pimpinan.
Kelihatannya bukan persoalan keterampilan, tapi faktor kenyamanan. Mereka melihat ada suatu ketidak pastian akan masa depan. Mereka sulit memahami kebijakan2 yang terpaksa ditempuh direksi, untuk keluar dari masa masa sulit. Kenyamanan berpuluh puluh tahun, mulai goyah dng kebijakan yang kurang lazim. Mungkin mereka sudah mempersiapkan ancang, untuk mencari keselamtan sendiri sendiri, bukan keselamatan bersama, seperti sedia kala.
Menurunnya kwalitas kesejahteraan, menurunya kwalitas penggunaan bahan, menurunnya kwalitas sinergy internal dan eksternal mebuat para pekerja kehilangan pegangan. Apalagi adanya rencana kerja dan kebijakan yang terkesan dadakan. Semuanya akan bermuara kepada mutu produk. Jika berani mengorbankan mutu, lubang kuburan yang semakin dalam sudah menunggu. Hati2lah! Cbn, 15/08/08.
12 Agu 2008
Kejujuran Sahabatku
Hari ini sangat membahagiakan, karena nafas kehidupan masih diberikanNya. Atas kemurahanNya kita bisa melakukan suatu perjalanan, perjalanan hidup namanya. Dalam perjalan hidup banyak hal yang kita dapatkan, perkenalan dan persahabatan, pertemuan dan perpisahan, keindahan dan kegembiraan, kepahitan dan kenicayaan, silih berganti hari demi hari . Ada perjalanan di dunia nyata, tapi sekarang ada juga perjalan di dunia maya. Dunia maya telah mempertemukan aku denganmu, seorang wanita luar biasa.
Luar biasa karena dikau yang telah memperjuangkan cintamu kepada pria yang memberikanmu tiga dara sampai Sang Khaliq menjemputnya. Karir dan cinta bisa kau atur seiring dan sejalan, penuh keseimbangan. Engkau telah menuntaskan perjuangan cinta sampai akhir/ finish. Ketika pria itu lepas dari pelukan, mungkin sebentar kelimpungan, hilang keseimbangan, bagaikan elang yang patah sayapnya dalam kancah pertempuran. Tak berapa lama, sayap itu tumbuh lagi, kaupun mengepakkan sayap terbang dan terbang lagi. Karena perjuangan untuk tiga dara, buah cinta harus terus kau lanjutkan.
Dunia maya jugalah yang telah memperkenalkanku denganmu. Esemes demi esemes, email demi email, menjembatani hati dari hari kehari, sampai terjadinya suatu pertemuan di suatu hari. Petemuan pertama yang tdk terlupakan, pertemuan kedua yang sangat mengesankan. Jarak tdk menjadi hambatan, dalam sebuah persahabatan, karena teknologi memungkinkan banyak hal yang bisa dibicarakan, seperti duduk berdampingan dgn tangan saling mengggengam utk saling menguatkan. Dari hari hari kehari kita tdk hanya bercerita tentang perasaan kita, tapi juga tentang anak anak kita, tak lupa pula dgn cita cita mereka. Aku tahu nama tiga daramu, pun kau tahu nama dua pasang anakku, juga ibu mereka yang belakangan engkau sebut kakak.
Kemarin dan hari ini engkau banyak bercerita ttg tiga daramu. Tentang pengagum roy surya yg lagi berkemah di Tawangmangu, tentang si kutilang yang sedikit bingung karena sdh merasa begitu lama engkau tinggal di medan, juga tentang si fanta rey (suka filasafat) yang didaulat menjadi ketua kelas di sekolahnya. Juga kau cerita ttg Desertasimu untuk program Doktormu dan dosenmu yg lagi di Jerman. Pun kau bercerita tentang pria mantan ketua kelasmu dan pria yang banyak membantu penelitianmu di kancah konflik di Aceh. Ketika engkau meminta pendapatku, aku sedikit hang. Sulit menjawabnya, karena beberapa kali kutanya apakah mereka sdh duda, kau tdk menjawabnya. Aku juga hang, karena pertemuan pertama dan kedua sepertinya aku salah menafsirkannya. Kebaikan dan pelukan tak mesti ditafsirkan manifestasi rasa cinta. Tapi aku tetap komit, persahatan itu tdk akan pernah mengurangi kebebasan untuk mendapatkan/ melakukan suatu kebaikan. Jika kebaikan yang engkau niatkan tdk mengurangi kebahagiaan tiga daramu, kebahagiaan orang lain, dan juga di restui olehNYa, lakukanlah. Maaf jika aku blm bisa merealisasikan yg engkau niatkan di dalam hatimu. Pintaku jangan buru buru memaksakan dirimu mencitai orang lain, meskipun orang lain itu mencintai dirimu. Biarkan cinta itu bertumbuh secara alami. Saranku libatkanlah Dia yang jauh diatas sana, mohon petunjukNya dalam setiap sholatmu, agar Dia berikan yang terbaik untukmu dan tiga daramu.
Persahabatan yang indah tdk mesti diakhiri! Biarlah mencintai tanpa harus memiliki! Biarlah hari hari kita jalani, saling menyayangi dan berbagi, sebagaimana Dia yang setia mencintai. Engkau dan segala kebaikanmu tetap ada di dalam hati. Kejujuran pada awalnya menyakitkan, tapi akhirnya pasti berakhir dgn indah.
Luar biasa karena dikau yang telah memperjuangkan cintamu kepada pria yang memberikanmu tiga dara sampai Sang Khaliq menjemputnya. Karir dan cinta bisa kau atur seiring dan sejalan, penuh keseimbangan. Engkau telah menuntaskan perjuangan cinta sampai akhir/ finish. Ketika pria itu lepas dari pelukan, mungkin sebentar kelimpungan, hilang keseimbangan, bagaikan elang yang patah sayapnya dalam kancah pertempuran. Tak berapa lama, sayap itu tumbuh lagi, kaupun mengepakkan sayap terbang dan terbang lagi. Karena perjuangan untuk tiga dara, buah cinta harus terus kau lanjutkan.
Dunia maya jugalah yang telah memperkenalkanku denganmu. Esemes demi esemes, email demi email, menjembatani hati dari hari kehari, sampai terjadinya suatu pertemuan di suatu hari. Petemuan pertama yang tdk terlupakan, pertemuan kedua yang sangat mengesankan. Jarak tdk menjadi hambatan, dalam sebuah persahabatan, karena teknologi memungkinkan banyak hal yang bisa dibicarakan, seperti duduk berdampingan dgn tangan saling mengggengam utk saling menguatkan. Dari hari hari kehari kita tdk hanya bercerita tentang perasaan kita, tapi juga tentang anak anak kita, tak lupa pula dgn cita cita mereka. Aku tahu nama tiga daramu, pun kau tahu nama dua pasang anakku, juga ibu mereka yang belakangan engkau sebut kakak.
Kemarin dan hari ini engkau banyak bercerita ttg tiga daramu. Tentang pengagum roy surya yg lagi berkemah di Tawangmangu, tentang si kutilang yang sedikit bingung karena sdh merasa begitu lama engkau tinggal di medan, juga tentang si fanta rey (suka filasafat) yang didaulat menjadi ketua kelas di sekolahnya. Juga kau cerita ttg Desertasimu untuk program Doktormu dan dosenmu yg lagi di Jerman. Pun kau bercerita tentang pria mantan ketua kelasmu dan pria yang banyak membantu penelitianmu di kancah konflik di Aceh. Ketika engkau meminta pendapatku, aku sedikit hang. Sulit menjawabnya, karena beberapa kali kutanya apakah mereka sdh duda, kau tdk menjawabnya. Aku juga hang, karena pertemuan pertama dan kedua sepertinya aku salah menafsirkannya. Kebaikan dan pelukan tak mesti ditafsirkan manifestasi rasa cinta. Tapi aku tetap komit, persahatan itu tdk akan pernah mengurangi kebebasan untuk mendapatkan/ melakukan suatu kebaikan. Jika kebaikan yang engkau niatkan tdk mengurangi kebahagiaan tiga daramu, kebahagiaan orang lain, dan juga di restui olehNYa, lakukanlah. Maaf jika aku blm bisa merealisasikan yg engkau niatkan di dalam hatimu. Pintaku jangan buru buru memaksakan dirimu mencitai orang lain, meskipun orang lain itu mencintai dirimu. Biarkan cinta itu bertumbuh secara alami. Saranku libatkanlah Dia yang jauh diatas sana, mohon petunjukNya dalam setiap sholatmu, agar Dia berikan yang terbaik untukmu dan tiga daramu.
Persahabatan yang indah tdk mesti diakhiri! Biarlah mencintai tanpa harus memiliki! Biarlah hari hari kita jalani, saling menyayangi dan berbagi, sebagaimana Dia yang setia mencintai. Engkau dan segala kebaikanmu tetap ada di dalam hati. Kejujuran pada awalnya menyakitkan, tapi akhirnya pasti berakhir dgn indah.